Jumat, 20 April 2012

Gay Di Dunia Sepak Bola

Menjadi gay dalam dunia sepakbola masih dianggap sebagai hal yang sangat tabu. Walau banyak rumor beredar yang mengatakan bahwa tidak sedikit pemain bola yang memiliki orientasi seksual menyimpang ini, namun hampir tidak pernah ada dari mereka yang mau mengaku secara terbuka. 

Kini dengan semakin terbukanya publik terhadap kaum gay, Fooball Assosiation (FA) telah mencanangkan sebuah kampanye yang mendorong para pesepakbola gay untuk terbuka mengenai orientasi seksual mereka. 

Kampanye yang bertemakan 'The Opening Doors and Joining in' ini baru saja diluncurkan FA di Wembley pada hari Senin (20/02/2012) kemarin. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa mantan pemain termasuk mantan bek Chelsea Grame Le Saux yang pernah digosipkan sebagai gay.

Dalam kampanyenya, para pimpinan FA menjamin akan menindak tegas siapapun yang mencemooh, menghina atau menyebarkan kebencian (homophobia) terhadap pemain gay. Karena itu, FA menegaskan bahwa inisiatif yang mereka lakukan bukan dimaksudkan untuk mencari tahu siapa pemain yang gay, sebaliknya mereka ingin membuka pintu kepada seluruh pemain dan komunitas sepakbola untuk bergabung dan menerima kondisi tersebut sebagai sebuah diversifikasi dalam permainan. 

"Kami hanya ingin memastikan jika ada pemain yang ingin terbuka mengenai seksualitasnya, mereka dapat melakukannya dengan dukungan penuh dari FA. Kami ingin menghidupkan kultur 'So What?' (tidak diskriminati) dalam sepakbola," ujar direktur Club England Adrian Bevington yang ikut hadir dalam acara kampanye tersebut.

Sebelumnya kepala FA Gordon Taylor telah memberikan wewenang untuk mengirimkan ratusan poster mengenai kampanye ini ke seluruh klub profesional yang berada di Inggris. Nantinya poster-poster tersebut juga akan dipasang di dalam dressing room. 

Chairman FA David Bernstein juga telah memberikan 6 poin perencanaan untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana kaum gay, lesbi, biseksial dan transgender dapat terlibat secara aktif tanpa harus takut mengalami diskriminasi. 

FA bahkan menjanjikan akan memberikan sanksi tegas kepada para pemain atau siapapun yang terbukti bersalah memberikan komentar homophobia dalam pertandingan, dengan opsi larangan bertanding dalam jangka waktu yang lama. 

Di Inggris sendiri, hanya ada satu pemain yang tercatat dalam sejarah mau terbuka dan mengakui orientasi seksualnya, yaitu Justin Fashanu. 



Contoh lainnya adalah David Testo. David Testo adalah pesepakbola yang pernah membelas klub liga Amerika (MLS) Columbus Crew, mengaku puas setelah mengakui dirinya gay.
Dia merasa bersyukur tak tak akan pernah menyesal atas pengakuannya itu. Malah dia merasa bebannya selama ini telah hilang.
Testo mengaku bahwa kondisi dirinya gay sebenarnya telah lama diketahui keluarga, rekan setimnya dan teman-temannya.
Namun ia memutuskan menyimpannya selama bertahun-tahun.
"Rasanya seperti menyandang beban selama bertahun-tahun dan tidak bisa menjadi diri sendiri. Kini saya merasa lega dan puas," kata Testo.
Testo pernah memperkuat klub Columbus Crew pada musim kompetisi 2004 dan 2005 dan terakhir kali memperkuat Montreal Impact di divisi dua.
Sedangkan di Jerman,Dari kantor pusat Federasi Sepakbola Jerman (DFB), sang presiden federasi, Theo Zwanziger mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Zwanziger akan mendukung dan melindungi pesepakbola gay yang mengakui orientasi seksual mereka.


“Saya akan menyambut dan mengacungi jempol pada pesepakbola tersebut jika mereka mau mengakuinya. Mereka akan dapat dukungan dari saya dan DFB, tegas Zwanziger kepada media Jerman AFP.
Namun, menyikapi putusan tersebut, Philip Lahm, punggawa Bayern Munich yang juga Hauptmann tim nas Jerman tak serta merta sependapat dengan Zwanziger. Lahm menilai hal tersebut malah akan menuai masalah disana-sini.
Lahm juga menyatakan bahwa mereka yang gay tersebut akan menghadapi segudang tantangan jika mereka mengakui orientasi seks mereka yang menyimpang tersebut, meski dirinya menyatakan tidak anti terhadap mereka yang gay, bahkan akan tetap bersikap profesional pada rekan se-tim yang merupakan gay. Tapi Lahm mencemaskan mereka atas apa yang akan mereka hadapi.
Pilar pertahanan FC Hollywood ini juga percaya mereka akan mengalami pelecehan di dalam maupun di luar lapangan, belum lagi reaksi para penonton yang dapat melecehkan mereka dengan kasar.
“Untuk mereka yang telah mengakui, akan jadi sulit untuk mereka nantinya. Pesepakbola yang mengakui dirinya gay akan selalu menerima komentar, cacian dan ejekan yang luar biasa kasar,” tegas Lahm sebagaimana dilansir Goal, Kamis (19/5/2011).
“Meski begitu, saya tidak ada masalah dengan mereka yang homoseksual dan akan tetap biasa saja jika nantinya akan ada rekan se-tim yang merupakan gay,” tutup Lahm.

0 komentar:

Poskan Komentar